Sabtu, 15 Desember 2018

Cerita Tentang Kucing Part 1

Bismillah ~
apakah aku suka kucing ? emm.. mungkin kali ya, tapi hampir semua kucingnya yang gak suka aku. haha karena cara mainku sama hewan imut berbulu ini agak menakutkan bagi mereka (karena saking gregetennya pengen di uyel uyel). jadi sebenarnya ga melihara kucing yang cari dulu mana yang cocok, baru angkut bawa kerumah.. tidak, tidak semudah itu ferguso.. tidak semudah tapi sangat mudah hehe hanya dengan meletakkan makanan sisa didekat rumah, ga lama akan datang tuh hewan bulu, kemudian singgah kerumah, sok akrab dan menetap.

contohnya ini, tapi ini bukan kucing yang pertama kali dalam hidupku, sudah banyak yang lain, tapi tidak ada foto (karena masih kecil akunya, belum ada kamera-kameraan).
kenyamanan doi kan nah sok akrab, dipelihara juga enggak.. tau tau ada aja datang sendiri. tapi ga seterusnya doi menetap dirumahku, karena ada yang anti kucing (bapak dan mamak), walhasil dia datang hanya pada saat aku ingin kasih makan dengan sisa makanan dari cucian piring. tapi disaat bapak dan mamak lengah, ya begini bisa unyel unyel bawa masuk kamar. namanya, hmm tak pernah ku kasih nama sih. karena ini asal mulanya kucing tetangga agak jauh dari rumah, yang suka banget sama warna kucing, dari motornya, sampai baju-bajunya, hingga menular ke kucing ini (hehe memang gen kuning kali), jadi diberi nama sama pemiliknya "Si Kuning". tapi pemiliknya sudah meninggal karena kecelakaan, jadilah ini kucing kehilangan kasih sayang dan asupan makanan, berkelana mencari yang mau pelihara dia, dan bertemulah denganku.. kasian banget semakin tua semakin warna kuningnya meluntur kenapa ya bisa gitu (jadi kayak kuning kelunturan).

jadi karena semakin tua itu doi kadang lupa juga sama jadwal pemberian makanku, dan akhirnya hilang entah kemana lagi doi berkelana atau sudah meninggal, hmm setelah ini aku ga punya kucing lagi buat di unyel unyel, tapi setelah ini pasti ada aja kucing lain yang datang.. tapi karena tidak direstui orang tua hubunganku dengan para kucing baru hanya sebatas kenal, kasih makan, bye (ga bisa diunyel-unyel)

2 tahun kemudian kakakku mulai merasa ingin sekali melihara kucing, jadi kucing apa aja dia pelihara dengan proses mencari, melihat, cocok, angkut.. ya semacam adopsi gitu. jadi kucing pertama kali yang dipelihara adalah "Si Eneng"
karena kakakku sudah punya rumah sendiri dengan suaminya, jadi dia bebas mau pelihara apa dirumahnya dan pastinya yang merestui suaminya. Eneng ini kucing betina yang asli kecil imut, gemes, unyel unyel kesayangan.. karena dari kecil dia sudah menunjukkan sikap "humble", dikasih permen, dimainin, dikasih tali, dimainin, apapun benda yang bisa digerakkan dan ada bunyinya dikejar dimainin, suka pokoknya apapun yang dilakukan manusia manapun. dan kalo sudah capek bawaanya tidur.. ucchh unyu-unyu...
jadi setelah kucing pertama kakakku ini yang unyu, nagih pengen lagi kucing kedua, biar eneng ada temannya.. dan muncullah si kecil "Miko" kucing jantan.
kalo Miko ini kucing yang agak songong sih menurutku, karena dia ga suka bersihin badannya, dibersihin dia marah. dan dia tuh su'udzonan gitu, orang ngajak dia main, tapi anggapan dia orang mau nyakitin dia. jadi dia itu bener-bener ga tau cara mainin sesuatu benda itu gimana. entah ga menarik perhatian atau permainanku yang murahan cuman permen, tali, pulpen.. ah songong ga asyik. Eneng aja suka koq sama mainanku, jadi kecilnya Miko ini sering betul tidak ku anggap sebagai kucing kesayangan karena sifatnya itu.. aku sayangnya ke Eneng aja, yang lincah, aktif, rajin bersihkan diri. Miko? aduh berantakan, lemah banget, gemulai.. jadi kakakku lebih sayang ke Miko agar gak timpang sebelah gitu kasih sayangnya (?)

dan setelah beberapa bulan, mereka cepat besar booo~
ah~ makin besar, makin imut, makin minta di unyel-unyel. Mikopun akhirnya bisa berbaur juga dalam permainan setelah aku berikan yang khusus mainan kucing, Laser laseran yang sinar merah itu. itu aja yang bisa dimainkan. tapi tetap songongnya masih ada di miko.. liat aja foto begini, yang antusias aku ajak ngomong cuman Eneng, Miko ? (ini manusia bisa ga sih sehari aja ga nengokin kita). jadi makin songong, aku juga jadi makin pengen unyel-unyel.. aku makin sadar, songongnya itu adalah keimutan tersendiri (?)
menginjak masa remaja, Eneng susah diajak main, dia sibuk main sendiri, berpetualang keluar-keluar rumah.. ngejar serangga atau apapun yang terbang-terbang (huhu, dulu permen yg dimainin), diunyel-unyel juga ga mau, tapi dimana ada kita (aku dan kakakku/keluarga) disitu ada Eneng, walaupun agak jaga jarak tapi dia diam baring-baring mendengarkan kami ngomong. sedangkan Miko, aduh makin su'udzonan, ada orang takut.. lari.. sembunyi..
dan urusan asmara mereka, dari hasil kelayapan Eneng menghasilkan sesuatu yang beginian, Haha
namanya kucing ya, ada masa kawinnya. jadi kalo dikurung terus dia frustasi meoong meong mulu, kitanya kasian juga. karena memang sudah masanya dia begitu.. jadi biarlah dia mencari cinta sejatinya kesana kemari (cepat uy larisnya) yaiyalah, Eneng cantik dipelihara baik-baik.. aku sama kakak sempat husnudzon ngeliat kegemukan Eneng yang enggak wajar, terus husnudzon aja.. eh sudah menjelang hari H dia merasa kesakitan banget, jadi kami kurung di kandangnya, sambil ditemanin.. iya Eneng ini waktu mau berojol meong-meong kalo ga ada kita, jadi kita tutup sekeliling kandang pake kain (kita takut ngeliat), sambil kitanya juga bersuara buat nyemangatin. sambil berpikir siapakah bapaknya ini anak-anak Eneng.. apakah Miko ??? dan ternyata ???? Next.. dipost selanjutnya Cerita Tentang Kucing Part 2 :)