Bissmillah ~
dari cerita sebelumnya, emm sampe siapakah lelaki yang telah menodai Eneng, hehe aku dan kakakpun menunggu siapakah bapaknya ini anak-anak kucing dengan cara ngeliat warna bulu anak-anaknya yang keluar.. dari pagi kontraksinya si Eneng, dan sekitar jam 10 a.m barulah krucil krucil ini keluar..
dari cerita sebelumnya, emm sampe siapakah lelaki yang telah menodai Eneng, hehe aku dan kakakpun menunggu siapakah bapaknya ini anak-anak kucing dengan cara ngeliat warna bulu anak-anaknya yang keluar.. dari pagi kontraksinya si Eneng, dan sekitar jam 10 a.m barulah krucil krucil ini keluar..
awalnya yang keluar tiga anak kucing berwarna kuning, hmm ya pasti sudah nurut ke Eneng semua ini, siapa kucing laki di sekitar warna kuning.. (berarti bukan anak Miko), eh ternyata ada lagi warna blugg hitam.. yaa ternyata anaknya si Hitam ini (kucing yang dulu pernah keliaran disekitar rumah kakak, waktu itu rumah masih dibangun).. astaga Eneng seleranya om-om !!!!!!
semua itu termaafkan dengan keimutan krucil-krucil ini yang mana 3 kuning itu jantan semua, dan yang terakhir 1 hitam itu betina. uch akhirnya Enengku jadi ibu. sifat keibuan Eneng ini memang patut diacungi jempol, setiap kami culik anaknya pasti Eneng kalang kabut buat nyari dimana anaknya, dan gimanakah ekspresi Miko melihat Eneng sibuk dengan anaknya ?
hahaha, bete banget ya.. sebenarnya dia betenya sama aku karena ku recokin dengan anak-anak Eneng. maksudku biar Eneng ga kewalahan ngurus anak kembar 4, Miko tolongin gih jilatin bersihin.. tetap aja Miko ga mau, dia bersihin badannya aja malas apalagi bersihin anak Eneng. tapi, sifat sayangnya Miko ada koq masih, dia ga marah atau menghindar kalo anak-anaknya Eneng ada disekitarnya, bahkan dia sendiri senang aja koq desek-desekan di kandang.
well, beranjak balita belum ada kasih nama sih untuk anak-anak Eneng ini, karena kakak galau gimana ngurus 6 kucing dalam rumah, dan ada rencana mau di adopsi ke orang lain aja, huhu iyasih apalagi kakak lagi program hamil juga ga boleh terlalu banyak kucing dirumah. huhuhu jadi ini dia anak-anak Eneng ketika balita:
dan iya keputusan untuk diserahkan ke si pengadop Eneng dan anak-anaknya ini ada, alhamdulillah kenal aja sama orangnya, jadi bisalah di jenguk sesekali. selamat tinggal Eneng, terimakasih sudah pernah mengisi hariku dengan bahagia walau hanya dengan cara sederhana, jadi saksi dihadapan Allah ya "itu manusia yang sayang sama aku, jangan lempar dia ke neraka yaa Allah" huhu
tertinggal hanya Miko yang dipelihara satu-satunya dirumah.. tapi hanya selang beberapa bulan juga Miko pergi meninggalkan kami selamanya, dia sakit parah entah apa yang dimakannya, kakak juga lambat penangannya. belajar dari pengalaman sebelumnya kalo kucing-kucing sakit, mereka itu punya cara tersendiri untuk menyembuhkan dengan berpuasa. jadilah kakakku merasa husnudzon aja semoga Miko lagi proses pemulihan itu, eh ternyata memang sudah takdirnya Miko harus pergi, huhu
jadi STOP! kakak sudah ga mau pelihara kucing lagi, tapi tetap open kepada kucing-kucing diluar walaupun tidak dipelihara masuk-masuk kerumah, trauma sudah pelihara kucing kalo ga pergi di adopsi, pergi selamanya, dah dah ga usah lagi pelihara. kata Syekh Ali Jabir juga: kita ga perlu pelihara kucing itu, tapi kalo ada kucing yang butuh makan, berilah sedekahnya.
Soo~~ mengikuti itu. kami sepakat ga pelihara kucing, tapi siapapun ada kucing yang minta makan, akan kami tetap welcome seperti peliharaan tapi tidak dipelihara, dan inilah kucing-kucing itu..
ada Inces, Belang, dan Triplets-nya Belang.. Inces itu kucing jantan (what? kenapa dikasih nama inces, sebenarnya gelaran Inces itu buat aku, tapi karena adek ngolokin itu jadilah kena bawa-bawa juga kucing dinamain Inces, wkwk), dan Inces ini anaknya Belang juga (Belang menikah di usia dini). oh ya, Belang ini ada saudaranya si Kuning.
tapi dia ini ga suka kalo terlalu banyak saingan perebutan makanan dengan kucing-kucing, jadilah sering ga ada juga disini.. yang sering muncul ya ini pasti:
jadi mereka ini hanya sekedar singgah untuk menunggu diberi makan, tapi tidak menutup kemungkinan kalo kita orang rumah lagi ga ada persediaan makan, pastilah mereka akan mengungsi mencari ditempat lain, tapi masih aja mereka balik kesini..its oke ga apalah, mereka sumber kebahagiaan juga, yang membuat pengen di unyel-unyel.. sehat-sehat terus ya walau kadang terlantar, mian hae~
kata orang pelihara kucing itu bisa menghilangkan stres, tapi koq aku kadang malah jadi kayak orang stres ya, ngomong sama kucing, gregetan sama kucing, hehehe.. ya hanya kami (pecinta kucing) yang mengerti gimana menyenangkannya kucing itu dimata kami. kalian yang tidak suka, ya wajar juga. di dunia ini pasti ada suka, dan tidak suka.. ga papa yang penting tetap suka baca blog ini ya hehehe terimakasih kunjungannya~









